1 Tentukan mode dan kondisi mesin. Fungsi sensor posisi throttle adalah untuk menentukan mode dan kondisi mesin berdasarkan besarnya sudut bukaan katup throttle. ECU akan menggunakan setidaknya tiga posisi penting untuk menentukan mode mesin yang sebenarnya. Misalnya: saat katup throttle tertutup penuh, setengah terbuka, atau terbuka penuh.
3 TPS (Throtle Position Sensor) TPS (Throtle position sensor) adalah sensor yang akan anda temui berikutnya pada mobil yang telah mengusung sistem EFI. Fungsi sensor ini adalah untuk mengukur sudut buka katup gas. Nantinya data ini akan digunakan untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang akan diinjeksikan ke mesin.
FungsiSensor-Sensor Pada Sistem Bahan Bakar Injeksi admin tedymotor. Diterbitkan 22.29.00
MenentukanKecepatan Sudut dari Fungsi Percepatan Sudut. 1 Perhatikan gambar di b… | Descubre cómo resolverlo en QANDA. perbandingan kecepatan linear,roda bersingunan dan seporos, fisika, un fisika 2016 no 03 - YouTube. fisikaonline: Gerak Melingkar: materi, rumus, soal, penyelesaian soal serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Advertisement Sensor pada mesin injeksi - Sistem efi atau electronic fuel injection apabila diterjemahkan akan berarti sistem pemasukan bahan bakar elektronik. Ingat, bukan bahan bakarnya yang bersifat elektronik tapi sistem pemasukannya bersifat elektronika. Bagaimana bisa ? Dulu pada sistem bahan bakar konvensional, karburator menjadi ujung tombak. Fungsinya untuk memasukan bensin ke aliran udara yang menuju intake dengan perbandingan yang pas. Kita mengenal AFR air fuel ratio, yang dijadikan acuan volume bahan bakar yang dimasukan ke mesin. Umumnya AFR dikatakan ideal pada angka 14 hingga 15 banding 1. AFR tersebut harus dijaga pada putaran mesin berbapapun, sehingga untuk membuatnya selalu ideal, karburator menggunakan prinsip kevakuman. Namun kevakuman ini dinilai kurang efektif dan menimbulkan efek pemborosan bahan bakar. Sehingga diremukanlah sistem pemasok tanpa melalui karburator atau yang biasa disebut sistem EFI. EFI tidak bekerja menggunakan prinsip kevakuman seperti karburator, namun menggunakan prinsip cairan bertekanan. Dalam hal ini, bensin yang memiliki tekanan tertentu akan keluar injected ketika ujung saluran terbuka. Injektor menjadi ujung saluran yang membuka dan menutup saluran bensin untuk mengatur pemasukan bensin. Selengkapnya bisa anda baca pada Cara kerja sistem EFI. Sensor Pada Mesin EFI Untuk pembahasan kali ini, akan kita ulas selengkapnya tentang sensor-sensor yang ada pada mesin EFI. Apa itu sensor ? Sensor adalah komponen pendeteksi suatu keadaan. Dalam sistem Elektronika, kita mengenal input-control-output. Output akan melakukan sebuah aksi berdasarkan perintah control. Sementara control memberi perintah berdasarkan acuan dari input. Dalam hal ini, input itu adalah sensor, lalu control sebagai ECU dan output adalah injector. Sensor apa saja yang ada pada mesin EFI ? 1. IAT Sensor Intake aie temperature sensor berfungsi mendeteksi suhu udara yang masuk ke intake manifold. Letak sensor ini ada pada box filter tepatnya setelah filter udara. IAT sensor bekerja menggunakan thermister dengan tipe NTC negative temperature coeficient dimana resistansi pada thermister akan semakin berkurang ketika suhu yang dideteksi semakin meningkat. Perubahan resistansi ini dimanfaatkan untuk mengirimkan tegangan balik dengan nilau yang memiliki arti. ECU akan menterjemahkan nilai tegangan ini sehingga tahu apakah udara yang masuk itu dingin atau panas. Kalau udara yang masuk dingin maka bensin yang dimasukan juga harus lebih banyak karena udara dingin memiliki masa lebih besar. Sementara kalau udara lebih panas, maka bensin yang dimasukan akan dikurangi. 2. MAF Sensor Air flow meter adalah sensor yang berfungsi mendeteksi masa udara berdasarkan alurannya. Sama seperti IAT sensor ini juga terletak setelah filter udara malah biasanya IAT dan MAF itu terletak menjadi satu. Cara kerja MAF adalah dengan memanfaatkan kawat panas, panas pada kawat dihasilkan oleh listrik yang mengalir. Ketika udara mengalir melewati sensor maka suhu kawat akan turun dan arus listrik yang digunakan untuk memanaskan kawat harus lebih besar. Semakin cepat aliran udara artinya semakin besar listrik yang diperlukan untuk memanaskan kawat. Besar kecil listrik ini digunakan untuk mendeteksi masa udara berdasarkan alirannya. 3. TP Sensor Throtle position sensor atau TPS berfungsi untuk mendeteksi sudut buka katup. Seperti yang kita ketahui, EFI tidak memiliki karburator tapi masih memiliki throtle body. Fungsi throtle body ini yakni untuk mengatur RPM mesin dengan memanfaatkan katup gas mirip pada katup gas sistem bahan bakar konvensional. TPS akan mendeteksi berapa derajat kemiringan katup gas untuk mengetahui tingkat kecepatan yang dimaksudkan pengemudi agar bisa menyuplai bensin dengan volume yang pas. Cara kerja TP sensor dengan memanfaatkan variabel resitor. Ada satu tuas yang terhubung ke poros katup gas. Sehingga ketika katup gas bergerak, tuas ini juga bergerak. Pergerakan tuas akan mempengaruhi nilai resistansi dari sensor tersebut. Ini mirip seperti sensor ketinggian bahan bakar didalam tanki. 4. MAP Sensor Manifold absolute pressure sensor merupakan sensor yang menghitung kevakuman didalam intake manifold setelah katup gas. Pada sistem karburator, kevakuman intake akan menunjukan load yang diterima mesin. Begitu juga pada sistem EFI, MAP dipakai untuk mengetahui load mesin. Cara kerjanya dengan memanfaatkan membran yang dapat bergerak sesuai kevakuman didalam intake. Pergerakan membran ini lalu akan mempengaruhi resistansi dari sensor MAP. 5. CKP & CMP Sensor Crankshaft position sensor adalah sensor yang mengukur kecepatan crankshaft. Fungsinya sebagai pengukur RPM mesin dan mengetahui posisi TOP masing-masing silinder. Sementara Camshaft position sensor adalah sensor yang mengukur putaran poros nok. Fungsinya untuk mengetahui posisi TOP silinder 1. Cara kerjanya dengan menggunakan pick up coil, dimana ada stator coil dan didekatnya terdapat rotor magnet. Namun jumlah gerigi pada CKP itu sesuai jumlah silinder. Dan peletakan gerigi itu pas dengan posisi TOP masing-masing silinder. Sensor ini akan menghasilkan sinyal PWM berbentuk gelombang sempurna yang akan digunakan ECU untuk menentukan timming pembukaan injector dan RPM mesin. 6. ECT Sensor Engine coolant temperature sensor berfungsi untuk mengukur suhu air pendingin didalam mesin. Hasil pengukuran ini akan mengetahui apakah mesin dalam keadaan dingin atau panas. Kalau dingin, maka sistem EFI akan mengaktifkan cold start injection hanya pada beberapa mobil. Cara kerjanya sama seperti sensor suhu udara yang menggunakan thermister tipe NTC. Umumnya, dalam satu mobil itu ada dua buah ECT sensor. ECT sensor 1 terletak sebelum radiator, fungsinya untuk mendeteksi suhu air pendingin yang keluar dari mesin. Sensor ini akan akurat dalam membaca suhu mesin. ECT sensor 2 terletak setelah radiator, fungsinya untuk mengukur air yang telah melewati radiator. Sensor ini akan memberikan feedback terkait kinerja radiator dalam mendinginkan air pendingin. 7. Oxygen Sensor Oxygen sensor berfungsi untuk mendeteksi kandungan oksigen pada gas buang. Melalui sensor ini ECU mengetahui bagaimana proses pembakaran mesin. Apakah berlangsung sempurna atau premature. Sensor oksigen bekerja dengan memanfaatkan bahan Zirconia yang dapat menghasilkan tegangan listrik apabila terkena molekul oksigen didalam gas buang. Jumlah oksigen yang terkandung nantinya bisa menjadi indikator apakah seluruh gas didalam ruang bakar terbakar dengan sempurna atau ada beberapa molekul gas yang tidak terbakar. 8. Fuel pressure sensor Fuel pressure sensor berfungsi untuk mendeteksi tekanan pada selang bahan bakar. Ini karena besar kecil tekanan bahan bakar juga bisa mempengaruhi volume bensin yang keluar dari injektor. Kalau tekanan bensin besar, maka saat injetor terbuka selama satu detik akan lebih banyak bensin yang keluar dibandingkan kalau tekanan bahan bakar rendah. Cara kerjanya dengan memanfaatkan sebuah katup yang bisa bergerak sesuai tekanan didalam saluran bahan bakar. Pergerakan katup tersebut akan mempengaruhi relay resistansi dari sensor. 9. APP sensor khusus DBW Acelerated Pedal Position sensor adalah sensor yang digunakan untuk mengukur sudut pembukaan pedal gas. Sensor ini, akan mengetahui seberapa dalam pedal gas diinjak oleh pengemudi. APP sensor hanya disediakan pada mobil-mobil DBW drive by wire yang tidak memiliki sensor TPS. Drive by wire adalah skema pengaturan RPM mesin tanpa kawat gas. Jadi dari pedal gas menggerakan throtle body itu melalui sensor tanpa kawat gas. Cara kerjanya hampir sama seperti TPS sensor, dimana ada variabel resistor yang memiliki nilai resistansi sesuai pergerakan katup. Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai macam macam sensor EFI. Semoga bisa menambah wawasan kita semua. Facebook Twitter Whatsapp
Mengetahui sensor pada sistem efi memang sangat penting terutama bagi anda yang memiliki mobil. Sistem Efi sendiri merupakan singkatan dari electronic fuel injection dimana pengertiannya adalah sistem pemasukan bahan bakar eletronik. Disini bukan bahan bakarnya yang memiliki sifat elektronik melainkan bagaimana sistem pemasukkannya. 9 sensor pada sistem efi Jika dulu anda mengenal sistem bahan bakar yang konvensional, maka karburator seakan menjadi ujung tombak. Dimana fungsi utama dari sistem EFI ini adalah untuk memasukkan bensin ke aliran udara agar nantinya bisa masuk ke dalam intake dengan cara perbandingan yang pas. Didalam sistem efi sendiri terdapat beberapa sensor yang sangat penting. Sensor sendiri merupakan sebuah komponen pendeteksi pada suatu keadaan. Dalam sistem elektronika sendiri, anda pastinya sudah tidak asing dengan input, control dan output bukan? Output sendiri akan melakukan sebuah aksi dimana berdasarkan perintah yang dibuat oleh control. Sedang control akan langsung memberikan perintah yang berdasarkan sebuah acuan. Bagi anda yang sudah penasaran dengan apa saja macam-macam sensor efi, berikut ini ulasannya. IAT sensor Sensor pada sistem EFI yang pertama adalah IAT sensor. Jenis sensor pada sistem efi ini sendiri memiliki fungsi untuk melakukan deteksi terhadap suhu udara yang telah masuk ke intake manifold. Letak sensor efi IAT sensor ini sendiri berada pada sebuah kotak filler dimana terletak setelah filter kerja sensor ini sendiri adalah dengan memanfaatkan thermistor yang bertipe NTC dimana restansi yang terdapat pada thermistor ini akan mengalai pengurangan apabila suhu semakin meningkat setelah dideteksi. Dengan adanya perubahan resistansi inilah akan dimanfaatkan untuk mengirimkan tegangan balik. MAF Sensor MAF sensor ini juga dimasukkan ke dalam macam-macam sensor EFI. Untuk MAF sensor ini memiliki fungsi untuk mendeteksi berapa besar masa udara yang berdasarkan alurannya. Letak sensor efi MAF ini sendiri berada setelah filter udara bahkan tidak jarang diletakkan bersamaan dengan IAT kerja dari sensor yang satu ini adalah dengan memanfaatkan adanya kawat panas. Panas yang terdapat pada kawat tersebut dihasilkan dari listrik yang mengalir. Ketika udara akan mengalir melintasi sensor ini maka suhu yang terdapat pada kawat akan segera turun dan arus listriknya dimanfaatkan untuk memanaskan kawat. Biasanya semakin cepat aliran udara maka bisa menghasilkan panas yang lebih pada kawat. TPs sensor Sensor pada sistem efi yang selanjutnya adalah TP sensor. Sensor ini sendiri memiliki fungsi sebagai pendeteksi sudut buka katup. Walaupun EFI tidak mempunyai karburator tetapi masih mempunyai throttle body yang berfungsi untuk mengatur RPM mesin dengan menggunakan katup gas yang memiliki bentuk menyerupai katup gas sistem bahan bakar yang biasa. Sensor TPS ini sendiri akan melakukan deteksi berapa derajatkan kemiringan pada katup gas untuk mengetahui seberapakah tingkat kecepatan yang diinginkan pengemudi. Selain itu, cara kerjanya memanfaatkan variable resistor. MAP sensor Sementara itu, diantara macam-macam sensor EFI juga terdapat MAP sensor. Letak sensor ini diletakkan di tempat yang tepat untuk melakukan perhitungan pada tingkat kevakuman yang terdapat pada intake manifold. Di dalam sistem karburator sendiri, kevakuman intake ini sendiri bisa menunjukkan load yang akan diterima oleh absolute pressure sensor ini memiliki cara kerja dimana memanfaatkan membrak yang memiliki kemampuan untuk bergerak sesuai dengan tingkat kevakuman dalam intake. CKP dan CMP Sensor Masih ada lagi sensor pada sistem EFI yang perlu anda ketahui yakni CKP dan CMP sensor. Sensor yang satu ini bertugas untuk melakukan pengukuran terhadap kecepatan crankshaft. Dan fungsi utamanya adalah untuk mengukur RPM mesin dan untuk mengetahui dimanakah posisi TOP di masing-masing untuk camshaft position sendiri merupakan sensor yang bertugas untuk mengukur putaran poros nok. Dimana fungsinya adalah untuk mengetahui dimanakah posisi TOP silinder 1. Cara kerja dari sensor ini adalah dengan memanfaatkan pick up mana terdapat stator coil yang memiliki rotor magnet. Tetapi dengan jumlah gerigi yang tidak sesuai dengan CKP. Sensor ini juga akan menghasilkan adanya sinyal PWM dalam bentuk gelombang yang sempurna. ECT sensor ECT atau engine coolant temperature sensor ini memiliki fungsi untuk melakukan pengukuran suhu air pendingin yang terdapat pada mesin. Letak sensor efi ECT ini sendiri berada sebelum dan sesudah radiator. Hasil pengukuran yang dilakukan tersebut berguna untuk mengetahui apakah mesin memiliki keadaan dingin atau panas. Jika dalam keadaan dingin maka sistem efi akan segera mengaktifkan cold strat injection. Caqra kerjanya juga juga memanfaatkan thermistor Tipe NTC. Oxygen sensor Oxygen sensor ini juga termasuk macam-macam sensor efi. Sensor pada sistem efi ini sendiri memiliki fungsi untuk melakukan deteksi terhadap kandungan oksigen terhadap gas buangan. Melalui sensor ECU inilah maka anda bisa mengetahui bagaimana proses dari pembakaran mesin ini apakah akan berlangsung dengan cara sempurna ataukah oksigen ini sendiri akan memanfaatkan bahan Zirconia agar bisa bekerja dengan baik dan mampu menghasilkan tegangan listrik jika terkena molekul oksigen yang terdapat pada gas buangan. Dimana nantinya jumlah oksigen yang terkandung didalamnya bisa dijadikan indicator apakah seluruh gas didalam sebuah ruangan bakar akan terbakar dengan baik ataukah hanya beberapa molekul yang terbakar. Fuel Pressure sensor Masih ada sensor pada sistem efi yang wajib anda ketahui yakni fuel pressure sensor, Yang mana sensor yang satu ini memiliki fungsi untuk mendeteksi tekanan yang terdapat pada selang bahan bakar. Hal ii tidak lain karena ternyata besar kecil tekanan tersebut akan mempengaruhi volume bensin yang keluar pada yang satu ini memiliki cara kerja yang mana dengan memanfaatkan sebuah katup yang akan bergerak berdasarkan tekanan yang ada didalam saluran bahan bakar. Selain itu, pergerakan dari katup ini ternyata juga akan mempengaruhi relay resistansi dari sensor. Jika ternyata tekanan bensin besar maka injector akan terbuka selama satu detik. APP sensor khusus DBW Sensor pada sistem efi yang satu ini merupakan sensor yang dikhususkan untuk DBW. Acelerated pedal position atau APP ini merupakan sensor yang bertugas untuk mengatur sudut pembukaan pedal gas. Dimana sensor ini bertugas untuk mengetahui seberapa besarkan pedal gas diinjak oleh yang hanya tersedia untuk mobil jenis drive wire ini tidak mempunyai jenis sensor TPS. DBW sendiri merupakan sebuah skema pengaturan RPM mesin yang tidak memanfaatkan kawat gas. Hal inilah yang membuat pedal gas akan menggerakkan throttle bodi dengan memanfaatkan sensor tanpa kawat. Baca Juga Cara kerja sensor pada sistem efi ini juga menyerupai TPS sensor dimana letak sensor efi ini diletakkan di tempat yang tepat. Demikian informasi mengenai macam-macam sensor pada sistem efi yang perlu anda ketahui. Setiap sensor pada sistem efi tersebut tentu memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda.
Soal Jelaskan yang dimaksud dengan K-Jetronik ? Jawaban K-Jetronik atau K-EFI merupakan tipe mesin EFI yang sistem injeksinya dikontrol secara mekanik, belum secara elektronik dan sistem penginjeksiannya dilakukan secara kontinyu terus-menerus. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan L-Jetronik ? Jawaban L-Jetronik atau L-EFI merupakan tipe mesin EFI yang sistem injeksinya dikontrol secara elektronik dengan menggunakan sensor Air Flow Meter Mass Air Flow. Dimana Air Flow ini berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk ke dalam silinder. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan D-Jetronik ? Jawaban D-Jetronik atau D-EFI merupakan tipe mesin EFI yang sistem injeksinya dikontrol secara elektronik dengan menggunakan sensor MAP Manifold Absolute Pressure. Dimana sensor MAP ini berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk ke dalam silinder berdasarkan kevakuman yang terjadi di dalam intake manifold. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan TBI ? Jawaban TBI atau Throttle Body Injector merupakan tipe EFI yang penempatan injektornya terletak di throttle body. Jumlah injektor pada tipe TBI ini adalah 1, dan digunakan untuk melayani semua silinder yang ada pada mesin. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan MPI ? Jawaban MPI atau Multi Point Injection merupakan tipe EFI yang penempatan injektornya terletak di intake manifold. Jumlah injektor pada tipe MPI ini adalah sama banyaknya dengan jumlah silinder pada mesin. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan GDI ? Jawaban GDI atau Gasoline Direct Injection merupakan tipe EFI yang penempatan injektornya terletak pada kepala silinder sehingga penginjeksiannya langsung di dalam ruang bakar. Jumlah injektor pada tipe GDI ini adalah sama banyaknya dengan jumlah silinder pada mesin. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan EMS? Jawaban EMS atau Engine Management System merupakan tipe mesin EFI yang semua sistem kontrol injeksi dan sistem kontrol lainnya sudah dilakukan secara terintegrasi dari sensor-sensor yang ada sehingga kinerja dari mesin akan lebih optimal. Soal Jelaskan fungsi sensor pada sistem EFI ? Jawaban Sensor-sensor yang ada pada sistem EFI berfungsi untuk mendeteksi berbagai kinerja mesin yang nantinya data dari sensor tersebut digunakan sebagai inputan oleh ECU untuk mengontrol aktuator-aktuator. Soal Jelaskan fungsi dari ECU pada sistem EFI ? Jawaban ECU atau Electronic Control Unit pada sistem EFI berfungsi untuk mengevaluasi atau menghitung segala masukkan dari sensor-sensor selama mesin hidup dan juga ECU berfungsi untuk mengontrol aktuator-aktuator berdasarkan data signal dari sensor-sensor. Soal Jelaskan yang dimaksud dengan aktuator pada sistem EFI ? Jawaban Aktuator pada sistem EFI merupakan komponen yang berfungsi sebagai pengaktualisasi atau komponen yang dikontrol oleh ECU. Contohnya adalah injektor, ESA dan lain-lain. Soal Sebutkan macam-macam sensor yang ada pada mesin EFI ? Jawaban Sensor-sensor yang ada pada sistem EFI antara lain sensor TPS Throttle Position Sensor, IATS Intake Air Temperature Sensor, WTS Water Temperature Sensor, CKP Crank Shaft Position Sensor, CMP Cam Shaft Position Sensor, Knock Sensor, Oxygen Sensor, Air Flow Meter tipe L-EFI, MAP tipe D-EFI dll. Soal Sebutkan macam-macam aktuator yang ada pada mesin EFI ? Jawaban Aktuator-aktuator yang ada pada sistem EFI antara lain injektor, ESA Electronic Spark Advance, ISC Idle Speed Control, Kontrol Pompa Bahan Bakar, EGR Exhaust Gas Resirculation dll. Soal Jelaskan fungsi dari sensor WTS ? Jawaban Fungsi sensor WTS Water Temperature Sensor adalah untuk mendeteksi suhu atau temperatur dari air pendingin. Soal Jelaskan fungsi dari sensor IATS ? Jawaban Fungsi sensor IATS Intake Air Temperature Sensor adalah untuk mendeteksi suhu atau temperatur udara yang masuk ke dalam intake manifold. Soal Jelaskan fungsi dari sensor MAP ? Jawaban Sensor MAP berfungsi untuk mengukur jumlah udara yang masuk melalui kevakuman yang terjadi di dalam intake manifold. Soal Jelaskan fungsi dari sensor Air Flow Meter ? Jawaban Air Flow Meter berfungsi untuk mengukur jumlah udara yang masuk kedalam intake manifold. Soal Jelaskan fungsi dari sensor TPS ? Jawaban sensor TPS Throttle Position Sensor berfungsi untuk mendeteksi posisi bukaan katup throttle gas. Soal Jelaskan fungsi dari Knock Sensor ? Jawaban Knock Sensor berfungsi untuk mendeteksi atau menyensor bila adanya knocking detonasi pada mesin kemudian jika terjadi knocking maka ECU akan memundurkan saat pengapian. Soal Jelaskan fungsi dari injektor pada mesin EFI ? Jawaban Injektor berfungsi untuk menyemprotkan atau menginjeksikan bahan bakar ke dalam intake manifold atau ruang bakar sesuai dengan durasi penginjeksiannya. Soal Sebutkan nama-nama komponen yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini Jawaban No. 1 adalah tangki bahan bakar. No. 2 adalah komponen pompa bahan bakar fuel pump No. 3 adalah komponen filter bahan bakar fuel filter No. 4 adalah pipa penyalur No. 5 adalah pressure regulator No. 6 adalah komponen injektor No. 7 adalah delivery pipe pipa pembagi
Sensor-sensor pada engine EFI merupakan komponen-komponen yang berfungsi untuk mensensor atau mendeteksi kondisi dari engine sebagai inputan data yang akan dikirim ke ECU, sehingga berdasarkan data-data dari sensor-sensor maka ECU akan memerintahkan actuator untuk bekerja. Adapun sensor-sensor pada engine EFI antara lain sebagai berikut MAP sensor berfungsi untuk Berguna untuk mengukur berapa banyak udara yang masuk ke dalam ruang bakar berdasarkan tekanan kevakuman pada intake manifold dan nantinya data ini akan digunakan untuk menentukan seberapa banyak jumlah bahan bakar yang akan diinjeksikan Sebagai dasar untuk memajukan dan mengundurkan saat pengapian pada Elektronic Spark Advancer ESA WTS ini berfungsi untuk menyensor atau mendeteksi temperatur engine dengan cara menyensor temperatur dari air pendingin, yang nantinya berguna untuk Bila engine masih dalam keadaan dingin maka ECU akan memerintahkan injektor menyemprotkan bahan bakar yang lebih banyak sehingga campuran bahan bakar dan udara menjadi kaya Bila engine terjadi masalah berupa over heating maka ECU akan memutuskan atau menghentikan proses penginjeksian sehingga engine mati TPS berfungsi untuk mensensor atau mendeteksi pembukaan dari pedal gas melalui bukaan throttle yang berguna untuk menentukan jumlah bahan bakar yang akan diinjeksikan sesuai dengan bukaan gas 6. Knock Sensor Knock sensor berfungsi untuk Mensensor atau mendeteksi engine bila terjadi masalah knocking atau ngelitik. Bila terjadi knocking pada engine maka ECU akan memerintahkan timing pengapian untuk dimundurkan sampai tidak terjadi knocking kemudian dimajukan kembali. Cara kerja dari kontrol loop ECU saat terjadi masalah knocking dapat dilihat pada skema dibawah ini 7. VSS Vehicle Speed Sensor VSS berfungsi untuk menyensor atau mendeteksi kecepatan dari kendaraan 8. Crank Angle Sensor atau Crank Shaft Position Sensor dan Cam Angle Sensor atau Cam Shaft Position Sensor Crank Angle Sensor atau Crank Shaft Position Sensor berfungsi untuk mendeteksi sudut dari crank shaft atau poros engkol. Sedangkan Cam Angle Sensor atau Cam Shaft Position Sensor berfungsi untuk mendeteksi sudut daricam shaft atau poros nok. Kedua sensor ini secara keseluruhan digunakan untuk mensensor atau mendeteksi putaran dari engine dan mengidentifikasi posisi piston. 9. A/F Air Fuel Ratio Sensor A/F sensor berfungsi untuk mensensor atau mendeteksi setelan campuran udara dan bahan bakar saat kendaraan pada kecepatan idle atau stasioner
jelaskan fungsi sensor pada sistem efi